PASURUAN // lensapubliknews.com – Ketegangan yang sempat menyelimuti Desa Sebalong, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, akhirnya pecah menjadi tangis haru dan pelukan persaudaraan. Di bawah kepemimpinan tangan dingin Kepala Desa Sebalong, Samsuri, konflik berkepanjangan yang melibatkan internal lembaga pendidikan Yayasan Al Hasani resmi berakhir damai melalui jalur Restorative Justice, Rabu (6/5/2026).
Langkah sigap sang Orang Nomor Satu di Desa Sebalong ini mendapat apresiasi setinggi-tingginya mulai dari dewan asatidz, pengurus , alumni Yayasan Al Hasani sebalong dan berbagai lapisan masyarakat. Samsuri dinilai berhasil menjadi penengah yang bijak, memadamkan api permusuhan yang selama ini mengakar di tengah warga.
Momen Bersejarah di Desa Sebalong, Tepat pada Rabu siang, suasana khidmat menyelimuti prosesi penandatanganan surat pernyataan damai. Pertemuan ini tidak hanya melibatkan pihak yang berselisih, tetapi juga menyatukan kembali kedua orang tua dari kedua belah pihak, yaitu segenap keluarga besar cak Suroso, kakaknya Bagus Dwi Cahya, yakni saudara Tulus, yang sebelumnya sempat bersitegang.
Ketua Yayasan Al Hasani Sebalong, Ustad Abd Latif, dengan nada bergetar menyatakan rasa syukurnya atas berakhirnya kesalahpahaman antara putranya, Ananda Muhammad Qosim, dengan salah satu santrinya, Bagus Dwi Cahya.
“Alhamdulillah, hari ini tidak ada lagi permusuhan. Tidak ada lagi kesalahpahaman. Mereka adalah guru dan murid, bagian dari keluarga besar Al Hasani. Al Hasani bersatu untuk kepentingan umat !” tegas Ustad Abd Latif.
Apresiasi untuk Sang Juru Damai, Dalam kesempatan tersebut, Ustad Abd Latif secara khusus menyampaikan terima kasih mendalam kepada Kades Samsuri beserta jajaran perangkat desa, seperti Kp. Adi, Kp. Sampurno, dan Kp. Pujiono, yang ikut serta mengawal proses perdamaian ini dari awal hingga tuntas.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kades Samsuri. Kehadiran beliau dan perangkat desa menjadi saksi hidup bahwa kekeluargaan jauh lebih berharga daripada ego semata,” imbuhnya.
Pesan Persatuan untuk Warga Sebalong , Menutup momentum bersejarah ini, pihak yayasan berpesan agar masyarakat Desa Sebalong tidak lagi mudah terprovokasi oleh informasi yang simpang siur. Hindari informasi yang bersifat hoax, cuma demi kepentingan mereka sendiri.
“Kebelakangnya, kami berharap kepada seluruh lapisan masyarakat tidak usah risau atau gegabah saat menerima informasi. Jangan saling menyalahkan, jangan saling menjatuhkan. Kita harus bersatu menghadapi tantangan dan ujian yang harus kita lewati sebagai warga Sebalong,” pungkas Ustad Abd Latif.
Dengan ditandatanganinya kesepakatan damai ini, Desa Sebalong kini kembali menatap masa depan yang lebih harmonis. Aksi nyata Kades Samsuri menjadi bukti bahwa musyawarah mufakat adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.
(IPUL Jatim)
