BANYUWANGI — // Lensapubliknews.com – Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW digelar di kediaman Bapak Selamat, lingkungan Krajan, Bulusan, Banyuwangi, Selasa (18/8/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius, serta dihadiri Kiai Ach Junaidi Masyhuri selaku pengasuh Ponpes Fathul Ulum, Ustaz Kholil Sahanuddin dari Secang, Kalipuro, sejumlah ustaz, serta warga lingkungan setempat dan warga dari lingkungan sebelah.
Kegiatan dimulai selepas salat Magrib, sekitar pukul 18.15 WIB. Acara diawali dengan pembacaan tahlil yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Barzanji. Pembacaan Barzanji dipimpin langsung oleh Kiai Ach Junaidi Masyhuri.
Suasana semakin khidmat ketika para jamaah bersama-sama mengikuti lantunan Barzanji sebagai bentuk rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Setelah rangkaian tahlil dan Barzanji selesai, acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustaz Kholil Sahanuddin.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Kholil mengajak jamaah untuk mengenang kisah kehidupan Rasulullah SAW, khususnya peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ia menyampaikan kisah tentang suasana alam yang digambarkan berubah dari gelap menjadi terang ketika Rasulullah SAW dilahirkan sebagai tanda datangnya sosok yang kelak membawa risalah Islam bagi seluruh umat manusia.
Ustaz Kholil juga menceritakan bahwa sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, telah ada sebagian ahli kitab yang mengetahui akan datangnya nabi terakhir. Nama Ahmad atau Muhammad telah dikenal dalam kabar tentang kedatangan nabi yang membawa risalah terakhir.
Dalam ceramahnya, Ustaz Kholil menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memahami dan meneladani akhlak beliau.
Ustaz Kholil menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan teladan terbaik bagi umat manusia. Akhlak beliau tercermin dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kejujuran, amanah, kesabaran, rendah hati, kasih sayang, hingga sikap pemaaf.
Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya untuk menghormati orang tua, menyayangi anak-anak, membantu orang yang membutuhkan, menjaga hubungan baik dengan tetangga, serta tidak menyakiti orang lain baik melalui perkataan maupun perbuatan.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW seharusnya tidak hanya diucapkan melalui lisan, tetapi diwujudkan dengan mengikuti ajaran dan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Keteladanan Rasulullah SAW harus kita terapkan dalam kehidupan. Jujur dalam perkataan, amanah dalam menjalankan tanggung jawab, sabar menghadapi ujian, serta senantiasa berbuat baik kepada sesama,” pesan Ustaz Kholil dalam tausiyahnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan keluarga dan lingkungan sebagai tempat pertama dalam menerapkan akhlak Rasulullah SAW. Dengan menjaga sopan santun, saling menghormati, mempererat persaudaraan, dan menghindari perselisihan, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah dapat terus hidup di tengah masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi di kediaman Bapak Selamat tersebut berlangsung penuh kekeluargaan. Kehadiran warga dari lingkungan sekitar maupun warga sebelah menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan silaturahmi dalam kegiatan keagamaan.
Acara berakhir sekitar pukul 19.22 WIB dengan suasana tertib dan khidmat. Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, jamaah diharapkan semakin mencintai Rasulullah serta mampu menjadikan akhlak beliau sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Marmoto
