Banyuwangi // Lensapubliknews.com — MTsN 3 Banyuwangi menggelar kegiatan Penyambutan Akmal Hakim Arifuddin, peraih Gold Medal dalam ajang World Youth STEM Invention & Innovation (WYSII) yang diselenggarakan di Thailand. Kegiatan berlangsung Rabu (04/02/2026) bertempat di halaman Madrasah.
Acara itu begitu istimewa, karena turut menyambut kedatangan sang juara, ibu Inna Amaniah, Anggota Komisi VIII DPR RI. Selain itu, tampak hadir, Kepala Kemenag Banyuwangi, Chaironi Hidayat, Plt. Kasi Penma Fakhrurrazi, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alvian, Wakil Direktur Radar Banyuwangi, serta siswa MTsN 3 Banyuwangi.
Kedatangan Akmal Hakim Arifuddin disambut sangat meriah. Prestasi yang diraih Akmal di ajang internasional tersebut dinilai berhasil mengharumkan nama Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya MTsN 3 Banyuwangi di kancah dunia.
Kepala Kemenag, Chaironi Hidayat, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi gemilang yang telah diraih. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan anugerah yang patut disyukuri dan harus terus dipertahankan serta ditingkatkan.
“Akmal bukan hanya sosok juara, tetapi juga contoh teladan, termasuk peran orang tua yang luar biasa dalam mendampingi dan mendoakan. Prestasi ini membuktikan bahwa madrasah mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VIII, Inna Amaniah, turut memberikan apresiasi kepada Akmal, Kementerian Agama, dan MTsN 3 Banyuwangi yang dinilainya konsisten menorehkan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga menyampaikan salam dari Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nazaruddin Umar, atas keberhasilan dan prestasi luar biasa tersebut karena telah membawa nama baik Indonesia dan Pemerintah Daerah Banyuwangi di tingkat dunia.
Inna berpesan agar prestasi yang telah diraih tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus dipertahankan dan ditingkatkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Akmal Hakim Arifuddin menyampaikan rasa terima kasih kepada kepala madrasah, para guru, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengharumkan nama MTsN 3 Banyuwangi.
“MTsN 3 Banyuwangi harus tetap menjadi yang terbaik. Hidup tidak akan lengkap tanpa rintangan. Untuk meraih prestasi, kita harus berani mencoba hal baru dan tidak boleh pantang menyerah. Semua itu juga tidak lepas dari dukungan dan doa orang tua,” tutur Akmal.
Ia juga memotivasi teman sesama siswa bahwa setiap orang memiliki bakat masing-masing, dan tantangan terbesar adalah bagaimana menggali serta mengembangkan bakat tersebut hingga mampu mengantarkan pada kesuksesan. (hin)
