Banyuwangi // Lensapubliknews.com — Kepala Kemenag Banyuwangi, Chaironi Hidayat, memberikan pembinaan manasik pada jamaah haji Kabupaten Banyuwangi, Selasa (10/2/2026), bertempat di di Aula Yayasan Samsul Huda Bulusan Kecamatan Kalipuro.
Kegiatan yang digelar oleh Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyuwangi dilaksanakan selama 4 hari (9-12 Februari 2026) itu /diikuti 233 jemaah dari enam kecamatan, yaitu Kecamatan Banyuwangi Kota, Glagah, Giri, Licin, Kalipuro, dan Wongsorejo.
Sebagai narasumber dalam arahannya, ia menegaskan bahwa jamaah haji merupakan tamu Allah SWT, sehingga harus mampu menjaga sikap, adab, dan perilaku selama menunaikan rangkaian ibadah haji.
“Sebagai tamu Allah, kita harus tahu diri dan menjaga hati. Hati yang baik akan melahirkan sifat yang baik, perilaku yang baik, serta hubungan yang baik, baik dengan sesama maupun dengan Allah SWT,” ungkap Chaironi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan jamaah agar menjauhi sifat sombong serta senantiasa memperbanyak istighfar dan sholawat. Menurutnya, keikhlasan dan kepasrahan penuh kepada Allah SWT menjadi kunci utama dalam menjalankan ibadah haji agar bernilai ibadah yang sempurna.
Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan, bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang rawan memunculkan sikap riya, mengingat pelaksanaannya diketahui oleh banyak orang. Oleh karena itu, ia mengajak jamaah untuk senantiasa meluruskan niat dan menjaga keikhlasan dalam setiap tahapan ibadah yang dijalani.
Melalui kegiatan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi ini, diharapkan seluruh jamaah calon haji Kabupaten Banyuwangi dapat melaksanakan ibadah haji secara tertib, mandiri, dan khusyuk, serta memperoleh predikat haji yang mabrur. (hin)
