BANYUWANGI // Lensapubliknews.com – Hari ketujuh wafatnya Almarhum Kiai ACH. Mudharuddin Masyhuri, pengasuh Pondok Pesantren Fathul Ulum, diperingati dengan doa bersama yang dihadiri oleh sekitar seribu jamaah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 03 Januari 2026, dengan dihadiri warga, alumni, serta para santri yang datang dengan penuh antusias untuk mendoakan almarhum.
Sejak pagi hingga sore hari, jamaah terus berdatangan ke lingkungan Pondok Pesantren Fathul Ulum. Selain warga dan alumni, acara ini juga dihadiri oleh para habaib, kiai, dan ustaz sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok almarhum yang dikenal sebagai ulama kharismatik dan panutan umat.
Dalam acara tersebut, Habib Muhammad bin Yasin menyampaikan tausiah tentang kematian. Ia menekankan bahwa cara terbaik untuk membahagiakan orang yang telah meninggal dunia bukanlah dengan memperindah makam menggunakan keramik atau bangunan mewah.
“Jika ingin membahagiakan orang yang telah wafat, bukan dengan memperindah kuburannya, tetapi dengan mengirimkan doa. Doa itulah yang akan membuatnya lebih senang dan bahagia,” tutur Habib Muhammad bin Yasin.
Sementara itu, Ustaz Abdul Ghoni, M.Pd.I., mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Fathul Ulum, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jamaah. Ia mengapresiasi kebersamaan dan keikhlasan jamaah yang telah mendoakan Almarhum Kiai Mudharuddin Masyhuri sejak hari pertama wafat hingga hari ketujuh.
“Saya mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Fathul Ulum mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jamaah yang telah membantu mendoakan almarhum dari awal hingga akhir tujuh harinya. Apabila almarhum memiliki kesalahan semasa hidupnya, kami mohon agar dapat dimaafkan,” ujarnya.
Doa bersama berlangsung dengan khidmat dan penuh haru, mencerminkan kecintaan serta penghormatan yang mendalam dari masyarakat, santri, dan alumni terhadap almarhum.
( Taufik )
