GILIMANUK // Lensapubliknewd.com – Pagi yang semula berjalan tenang di perairan Selat Bali mendadak berubah gempar. Sesosok mayat manusia ditemukan mengambang dalam kondisi tidak utuh di sekitar titik koordinat evakuasi kerangka KMP Tunu Pratama Jaya, Minggu pagi (1/2/2026). Penemuan ini sontak mengundang perhatian aparat dan memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat pesisir.
Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh Danpos TNI AL Gilimanuk saat melaksanakan patroli rutin di perairan Selat Bali sekitar pukul 07.15 WITA. Saat itu, petugas melihat sesuatu yang mencurigakan mengapung di sekitar area bangkai kapal yang sebelumnya dikenal sebagai lokasi evakuasi dan pengawasan laut. Setelah didekati, objek tersebut ternyata adalah tubuh manusia.
Kondisi korban saat ditemukan tergolong mengenaskan. Jasad tidak lagi utuh dan mengalami kerusakan fisik yang cukup parah akibat proses alam di laut. Dari hasil pengamatan awal, korban hanya mengenakan celana panjang hitam dan ikat pinggang berwarna hitam, tanpa ditemukan identitas diri atau barang lain yang dapat langsung mengungkap jati dirinya. Hingga kini, identitas korban masih menjadi tanda tanya besar.
Menindaklanjuti temuan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI AL, serta nelayan setempat segera bergerak cepat melakukan proses evakuasi. Dengan menggunakan sarana laut seadanya, jasad korban berhasil dievakuasi ke Pantai Cemara, Gilimanuk, sebelum dilakukan penanganan lanjutan sesuai prosedur.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol Arya Agung Arjana Putra menyampaikan bahwa setelah proses evakuasi awal, pihaknya langsung melakukan koordinasi lintas wilayah. Mengingat lokasi penemuan berada di perairan yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur, jenazah selanjutnya diserahkan kepada Sat Polair Polresta Banyuwangi untuk kepentingan identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.
“Penanganan dilakukan secara profesional dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Jenazah dibawa ke RSUD Banyuwangi untuk pemeriksaan medis dan identifikasi guna mengetahui identitas serta penyebab kematian,” ujar Kompol Arya Agung.
Kondisi jenazah yang tidak utuh ini pun memunculkan beragam dugaan di tengah masyarakat. Sebagian menduga korban merupakan nelayan atau penumpang kapal yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Selat Bali, sementara dugaan lain mengaitkannya dengan peristiwa kecelakaan laut di masa lalu. Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh kemungkinan masih akan didalami berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan di lapangan.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir, agar tetap tenang dan tidak berspekulasi berlebihan. Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut, atau mengetahui informasi penting terkait orang hilang di laut, diminta segera melapor ke pihak kepolisian terdekat atau menghubungi layanan darurat 110.
Hingga berita ini diturunkan, proses identifikasi masih berlangsung. Aparat kepolisian memastikan akan menyampaikan perkembangan terbaru secara terbuka setelah diperoleh hasil pemeriksaan resmi. Misteri sosok di balik jasad tanpa identitas ini pun masih menjadi perhatian publik, sembari menunggu kepastian dari hasil penyelidikan yang sedang berjalan.
