BANYUWANGI // lensapubliknews.com – Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti kegiatan tahlil dan doa bersama dalam rangka mengenang 1000 hari wafatnya almarhum Bapak Hanawi atau Suhawi yang digelar pada Kamis (14/05/2026) di Lingkungan Papring, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Acara yang dimulai pukul 17.50 WIB tersebut dihadiri oleh keluarga besar, saudara, tetangga, serta warga sekampung. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh kekhusyukan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan tahlil dan doa bersama, kemudian tausiyah agama yang disampaikan oleh Habib Abdurrahman Al Jufri. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan seluruh jamaah bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan menghadapi kematian.
“Semua yang bernyawa pasti akan merasakan kematian, sebagaimana yang telah dialami almarhum Bapak Hanawi atau Suhawi. Karena itu, mari kita perbanyak membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, dan terus berbuat kebaikan,” ujar Habib Abdurrahman di hadapan jamaah.
Habib juga berpesan agar masyarakat tidak mudah mengatakan tidak memiliki uang ketika diajak bersedekah atau melakukan kebaikan. Menurutnya, ucapan tersebut dikhawatirkan menjadi doa yang dapat terkabul.
“Jangan pernah berkata tidak punya uang saat diajak kebaikan, takut ucapan itu menjadi doa bagi diri kita sendiri,” pesannya.
Dalam tausiyahnya, Habib Abdurrahman turut mengingatkan tentang beratnya sakaratul maut. Beliau menyampaikan bahwa Rasulullah SAW yang merupakan kekasih Allah dan manusia tanpa dosa pun tetap merasakan sakit saat dicabut nyawanya.
“Rasulullah saja merasakan sakit ketika dicabut nyawanya, padahal beliau tidak memiliki dosa. Apalagi kita yang penuh dosa, tentu harus lebih banyak memperbanyak amal ibadah dan kebaikan,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga salat lima waktu dan tidak pernah meninggalkan salat fardhu sebagai bekal kehidupan di akhirat.
“Marilah kita menjaga salat lima waktu, jangan pernah meninggalkan salat fardhu,” pungkasnya.
Acara tahlil dan doa bersama 1000 hari wafatnya almarhum Bapak Hanawi tersebut ditutup dengan doa bersama. Para jamaah bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh keberkahan.
Marmoto
