Banyuwangi // lensapubliknews.com — Sebuah video yang memperlihatkan pertunjukan musik dangdut di atas panggung pengajian peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, viral di media sosial. Video tersebut menuai beragam reaksi dari masyarakat, khususnya tokoh agama di Banyuwangi.
Dalam video yang beredar durasi 24detik, tampak seorang biduan dangdut tampil di atas panggung yang sebelumnya digunakan untuk acara pengajian. Aksi tersebut dinilai tidak pantas karena mencampurkan kegiatan keagamaan dengan hiburan yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam.
Salah satu ulama di Banyuwangi berisinial ( BT ) yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya atas kejadian tersebut. Ia menyayangkan pengajian yang seharusnya menjadi momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan justru dicampuri dengan unsur maksiat.
“Ini sangat disayangkan. Pengajian Isra Mi’raj adalah acara yang sakral, bertujuan untuk mengingat perjalanan spiritual Rasulullah SAW dan memperkuat akhlak umat. Namun ketika dicampuri dengan hiburan yang tidak pantas, nilai kesakralannya menjadi hilang,” ujarnya Jum’at 16/01/2026.
Menurutnya, penyelenggara acara seharusnya lebih bijak dalam menjaga marwah kegiatan keagamaan. Ia mengingatkan agar ke depan masyarakat dapat memisahkan secara tegas antara acara religius dan hiburan umum.
“Kami tidak melarang hiburan, tetapi harus ditempatkan pada waktu dan tempat yang tepat. Jangan sampai pengajian dijadikan kedok, lalu setelahnya diisi hal-hal yang mendekati kemaksiatan,” tegasnya.
Viralnya video tersebut juga memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet mengecam keras kejadian itu, sementara sebagian lainnya meminta agar masalah disikapi dengan bijak dan dijadikan pelajaran bersama.
( Taufik )
