PASURUAN // lensapubliknews.com – Kondisi infrastruktur di sepanjang jalan Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, kian memprihatinkan. Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga tersebut kini dalam kondisi hancur lebur tanpa adanya perhatian serius dari Pemerintah Daerah melalui Dinas PU Bina Marga.
Pantauan di lapangan pada Jumat (17/04/2026), kerusakan parah ini dipicu oleh tingginya mobilitas armada truk bermuatan besar (over tonase) yang mengangkut sirtu, gragal, hingga urukan tanah. Setiap hari, truk-truk tersebut melintas beriringan tanpa mempedulikan keselamatan pengguna jalan lain, hingga menyebabkan aspal mengelupas dan menyisakan lubang-lubang dalam yang mengancam nyawa.
Kecaman Keras LSM Cakra Berdaulat
Ketua LSM Cakra Berdaulat Pasuruan, Imam Rusdian—atau yang akrab disapa Kang Imam—mengecam keras pembiaran yang dilakukan oleh pihak berwenang. Menurutnya, alasan klasik mengenai pemangkasan anggaran tidak seharusnya menjadi tameng untuk mengabaikan keselamatan publik.
“Saya sangat menyayangkan kebijakan Pemerintah Daerah yang seolah menutup mata. Apakah alasan pemangkasan anggaran harus dibayar dengan nyawa warga? Apa harus menunggu ada korban jiwa baru mereka bergerak?” ujar Kang Imam dengan nada tinggi.
Ia juga mendesak agar jajaran Dinas PU Bina Marga tidak hanya duduk di balik meja, melainkan turun langsung melihat penderitaan warga di lapangan. “Kondisinya sudah sangat tidak layak. Saya tegaskan, Dinas Bina Marga harus turun ke lokasi sekarang juga!” tambahnya.
Keluhan Warga: Mana Janji Politik?
Senada dengan Kang Imam, Firman, salah seorang warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dinilai hanya memberikan janji manis saat masa kampanye.
“Mana janji-janji politik yang dulu digaungkan? Sampai saat ini jalan tetap hancur. Sudah banyak pengendara yang terjatuh, terutama yang bukan warga sini karena mereka tidak hafal medan,” keluh Firman.
Kondisi ini diperparah dengan minimnya Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Saat malam hari, jalur tersebut menjadi “jalur maut” yang gelap dan berbahaya. Warga menuntut pemerintah segera melakukan langkah konkret, seperti pembangunan jalan beton (rabat beton) agar mampu menahan beban truk-truk besar yang melintas setiap hari.
Ipul jatim
