Banyuwangi // lensapubliknews.com – Pertandingan turnamen bola kasti yang digelar pada Selasa, 21 April 2026, di Lapangan Mega Sound, lingkungan Krajan, Bulusan, berlangsung meriah dan penuh semangat. Laga mempertemukan tim Jolo Sutro dari Dusun Gunung Remuk melawan tim Satria Perjuangan dari Bulusan.
Sebelum pertandingan dimulai, kedua tim terlebih dahulu memanjatkan doa bersama dengan harapan diberikan keselamatan selama bermain serta meraih kemenangan. Pertandingan yang dipandu panitia ini berlangsung dengan durasi 25 menit, menghadirkan suasana kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Sejak awal permainan, kedua tim menunjukkan performa yang sama-sama kuat. Mereka mampu menjaga emosi, menampilkan strategi permainan terbaik, serta saling unjuk kemampuan di lapangan. Sorak sorai para pendukung dari kedua kubu turut menambah semarak pertandingan, menciptakan atmosfer yang seru dan penuh antusiasme.
Memasuki babak pertama, Jolo Sutro berhasil unggul dengan skor 4-0 atas Satria Perjuangan. Dominasi Jolo Sutro semakin terlihat di babak kedua dengan tambahan skor signifikan. Hingga akhir pertandingan, Jolo Sutro mencatat kemenangan telak dengan total skor 12, sementara Satria Perjuangan hanya mampu mengumpulkan 1 poin.
Ketua tim Jolo Sutro, Mas Neto dan Mas Reno, menyampaikan harapannya agar timnya mampu melangkah lebih jauh hingga babak final dalam turnamen ini. Mereka juga berpesan kepada para pendukung agar tetap menjaga kondusivitas selama pertandingan berlangsung.
“Kami berharap di babak delapan besar nanti tim Jolo Sutro bisa kembali menang dan melaju ke final. Untuk para suporter, tetap jaga ketertiban dan jangan masuk ke lapangan agar pertandingan berjalan lancar,” ujarnya.
Di sisi lain, perwakilan tim Satria Perjuangan, Hadi yang akrab disapa Anita Cell, tetap memberikan semangat kepada rekan-rekannya meski harus menelan kekalahan. Ia menilai pertandingan ini sebagai pengalaman berharga.
“Untuk tim dan suporter, tetap semangat dan kompak. Menghadapi tim yang sudah berpengalaman menjadi pelajaran bagi kami. Kegagalan ini akan jadi motivasi untuk bangkit dan meraih hasil yang lebih baik ke depannya,” tuturnya saat diwawancarai media.
Turnamen bola kasti ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat. Olahraga tradisional ini masih diminati, bahkan dimainkan oleh berbagai kalangan, baik laki-laki maupun perempuan, khususnya di wilayah pedesaan yang terus melestarikan budaya olahraga tersebut.
Marmoto
