PROBOLINGGO // lensapubliknews.com – Sabtu (02/05/2026), suasana di Dusun Bobor, Desa Kedasih, mendadak tegang. Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PDI Perjuangan, Dedy Purnomo, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi jembatan yang nyaris putus akibat terjangan hujan deras dan longsor.
Tidak datang sendirian, Dedy yang didampingi Tim Kecamatan Sukapura, langsung melakukan asesmen mendalam untuk memastikan keselamatan warga yang terancam terisolasi.
Melihat kondisi infrastruktur yang memprihatinkan, Dedy Purnomo tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Di hadapan puing longsoran, ia memberikan peringatan keras kepada dinas terkait agar tidak bekerja lambat.
”Ini bukan masalah kecil! Ini akses hidup masyarakat. Jangan sampai ada pembiaran, harus ditindak cepat!” tegas Dedy dengan nada bicara yang menggelegar di lokasi kejadian.
Ia menekankan bahwa jalur tersebut adalah urat nadi ekonomi dan pendidikan. Jembatan ini merupakan akses utama warga untuk berangkat bekerja dan anak-anak untuk menuju sekolah. Jika dibiarkan, lumpuhnya jembatan ini sama saja dengan melumpuhkan masa depan warga Kedasih.
Janji Kawal Anggaran Hingga Tuntas
Sebagai bentuk tanggung jawab legislatif, Dedy menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PDI Perjuangan tidak akan tinggal diam melihat penderitaan rakyat.
”Kami akan kawal ini sampai tuntas! Kalau perlu, akan kami dorong dalam pembahasan anggaran supaya menjadi prioritas utama. Rakyat tidak butuh janji, rakyat butuh solusi nyata!” tambahnya disambut antusias warga.
Kedatangan wakil rakyat ini disambut baik oleh Pemerintah Desa Kedasih dan warga setempat. Joko Subagiyo, salah satu warga Desa Kedasih, mengungkapkan kegelisahan hatinya yang mendalam.
”Kami warga Kedasih tidak butuh lama-lama, yang penting ada jalan supaya aktivitas bisa normal kembali,” ucap Joko singkat namun sarat akan harapan.
Langkah Darurat: Pemasangan Yellow Line
Mengingat kondisi medan yang sangat berbahaya dan minimnya penerangan di malam hari, tim di lapangan telah memasang garis polisi (yellow line) di sekitar titik longsor. Hal ini dilakukan demi mencegah jatuhnya korban jiwa sebelum perbaikan permanen dimulai.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa DPRD hadir langsung di tengah masyarakat. Peristiwa di Desa Kedasih ini bukan sekadar laporan di atas kertas, melainkan sebuah aksi nyata yang menuntut tindakan instan dari pemerintah daerah demi keselamatan publik.
Ipul jatim
