PROBOLINGGO // lensapubliknews.com – Di tengah hiruk-pikuk dinamika politik nasional, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Probolinggo memilih langkah taktis dengan “memanaskan mesin” lebih dini. Melalui Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 yang digelar di Kebon Pring, Dringu, Sabtu (2/5/2026), partai berlambang Ka’bah ini resmi memulai agenda penguatan internal jangka panjang.
Bukan sekadar seremonial, Muscab kali ini menjadi momentum krusial bagi PPP untuk melakukan reorientasi kekuatan. Ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo, Mahdi, menegaskan bahwa fokus utama forum ini adalah membentuk tim formatur yang akan meracik struktur kepengurusan baru yang lebih progresif.
“Ini adalah ruang strategis bagi kader. Kami tidak memilih ketua secara langsung di forum ini, melainkan memilih tujuh orang formatur. Merekalah yang diberi mandat untuk menyusun komposisi terbaik, mulai dari Ketua, Sekretaris, hingga Bendahara,” ujar Habib Mahdi.
Saat partai lain mungkin terjebak dalam euforia politik praktis jangka pendek, Habib Mahdi menegaskan bahwa arah kebijakan PPP Kabupaten Probolinggo saat ini adalah membangun fondasi yang kokoh. Menurutnya, kesiapan organisasi jauh lebih penting daripada sekadar mengejar momentum sesaat.
“Untuk tahun 2029 memang belum kami bahas secara teknis, namun tujuannya jelas: PPP harus menjadi partai besar yang kompetitif. Fokus kami adalah bagaimana internal partai solid dan kuat terlebih dahulu,” tegasnya.
Dengan modal enam kursi legislatif yang dimiliki saat ini, PPP tetap menjadi salah satu poros kekuatan politik utama di Kabupaten Probolinggo. Mahdi optimistis, melalui penataan struktur yang tepat, PPP akan mampu menjaring calon legislatif (caleg) yang memiliki daya dongkrak suara signifikan di masa depan.
Kondisi internal PPP di daerah pun dipastikan tetap kondusif. Habib Mahdi menekankan bahwa kunci keberhasilan partai ke depan adalah sikap inklusif—terbuka bagi siapa saja yang ingin membesarkan partai.
“Di daerah kami tetap solid dan tidak ada gejolak. Kami merangkul semua elemen dan figur potensial. Siapa pun yang punya visi membesarkan partai, akan kami rangkul,” tambahnya.
Dukungan serupa datang dari sayap partai. Ketua Tapal Kuda Wanita Persatuan Pembangunan (WPP), Ulfiyah, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Situbondo, hadir memberikan suntikan semangat bagi kader perempuan. Ia menegaskan bahwa perempuan kini adalah fighter politik, bukan sekadar pelengkap kuota administratif.
“Perempuan adalah kekuatan utama dalam politik hari ini. Kami mendorong kader perempuan di wilayah Tapal Kuda untuk menjadi bagian dari strategi pemenangan. Kami ingin perempuan PPP menjadi petarung yang mampu mendongkrak basis konstituen secara nyata,” pungkas Ulfiyah.
Ipul Jatim
