SURABAYA // Lensapubliknews.com – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh setiap tanggal 20 Mei menjadi momentum krusial untuk merefleksikan kembali sejarah perjuangan bangsa. Menanggapi momen bersejarah ini, Walikota Gerakan Aktivis Pelayan Kesejahteraan Masyarakat (G-APKM) Probolinggo, Muhammad Saifulloh, SE, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperkuat persatuan dan kesadaran nasional.
Harkitnas sendiri diperingati untuk mengenang berdirinya organisasi pergerakan nasional Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 silam. Organisasi yang diprakarsai oleh Dr. Soetomo dan para pelajar STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) tersebut menjadi tonggak awal tumbuhnya kesadaran nasional rakyat Indonesia sebagai satu kesatuan bangsa.
Dalam keterangannya di Surabaya, Walikota G-APKM Probolinggo, Muhammad Saifulloh, SE, menekankan bahwa esensi dari perjuangan masa kini telah bergeser, namun nilai-nilai dasarnya tetap sama.
“Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremonial tahunan. Ini adalah simbol persatuan dan kebangkitan kesadaran kita untuk terus berjuang. Jika dulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, hari ini kita harus berjuang memajukan bangsa melalui jalur pendidikan, penguatan sosial, dan ekonomi politik yang mandiri,” ujar Muhammad Saifulloh, SE.
Fakta dan Ketetapan Historis Harkitnas, Secara historis, penetapan tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional diresmikan pertama kali oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 316 Tahun 1959. Di tahun ini, peringatan nasional tersebut resmi memasuki usianya yang ke-118 tahun sejak pergerakan perdana di tahun 1908.
Meskipun memiliki nilai historis yang sangat besar dan diperingati secara masif di seluruh penjuru negeri, berdasarkan ketetapan pemerintah, Harkitnas statusnya adalah hari peringatan nasional dan bukan merupakan hari libur. Oleh karena itu, seluruh aktivitas sekolah, instansi pemerintahan, dan perkantoran swasta tetap berjalan normal seperti biasa.
Sebagai panduan jalannya upacara refleksi di tingkat pusat hingga daerah, Kementerian Komunikasi dan Digital RI secara rutin mengeluarkan pedoman resmi serta tema khusus setiap tahunnya. Hal ini bertujuan agar nilai-nilai kebangkitan nasional tetap relevan dengan tantangan zaman modern.
Ipul jatim
