Sorong // Lensapubliknews.com – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) di SMKS YPK Imanuel, Kota Sorong, Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang terintegrasi dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini diikuti oleh sekitar 100 siswa dan siswi baru.
Acara yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIT ini dibuka langsung oleh Kasatgaswil Papua Barat Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., dan disambut hangat oleh Kepala Sekolah SMKS YPK Imanuel Kota Sorong, Selfiana Maria Ampnir, S.Pd.
Dalam penyampaiannya, Kombes Pol. Gede Suardana menegaskan bahwa tema “Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di Lingkungan Pelajar” sengaja diangkat untuk menjawab tantangan berat generasi muda di era digital.
“Melalui penyampaian materi yang interaktif, kami memberikan pemahaman mendalam tentang bahaya laten paham yang dapat memecah belah bangsa. Kami mengajak para pelajar memahami kembali nilai Pancasila dan kebhinekaan demi menjaga keutuhan NKRI,” ujar Kombes Pol. Gede Suardana.
Hadir sebagai narasumber utama, Briptu Halim Hanafi, mengupas tuntas ciri-ciri awal munculnya benih intoleransi dan radikalisme di tengah masyarakat. Tidak sekadar teori, ia juga membagikan strategi konkret untuk menangkalnya, mulai dari penguatan karakter, peningkatan literasi digital, hingga pembinaan sikap moderat sejak dini.
“Pelajar memiliki tanggung jawab moral yang besar. Kalian adalah agen perubahan yang harus membawa pesan perdamaian dan toleransi di tengah masyarakat,” tegas Briptu Halim di hadapan para siswa.
Agenda ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Para guru menilai materi yang dibawakan sangat aplikatif karena memberi panduan praktis bagi murid agar lebih bijak menyaring informasi di dunia maya. Antusiasme serupa ditunjukkan oleh para siswa baru yang aktif melempar pertanyaan dalam sesi diskusi.
Melalui sinergi kuat antara lembaga pendidikan dan Densus 88 AT Polri ini, diharapkan lahir generasi muda Papua Barat yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki benteng ideologis yang kokoh untuk menjaga NKRI dari ancaman radikalisme.
