PROBOLINGGO, // Lensapubliknews.com — Jagat maya kembali digegerkan oleh pengakuan kontroversial seorang wanita yang sebelumnya mengklaim sebagai wanita simpanan dari salah satu Tokoh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Setelah unggahannya memicu bola liar dan menjadi perbincangan hangat publik, pemilik akun TikTok bernama “Sabun Batang” tersebut akhirnya resmi muncul memberikan klarifikasi dan permohonan maaf terbuka. Selasa, (2/6/26).
Kasus yang sempat viral di berbagai platform media sosial ini langsung meredam setelah pelaku mengunggah video klarifikasi melalui akun TikTok pribadinya. Dengan wajah penyesalan, ia mengakui bahwa sebagian besar narasi yang ia bangun sebelumnya adalah tidak benar.
Sebut Isu Hamil Hanya Kebohongan, Dalam pernyataan terbarunya, wanita di balik akun “Sabun Batang” menegaskan bahwa kabar miring mengenai dirinya yang sempat diisukan terlambat datang bulan adalah sebuah kebohongan publik.
“Mengenai berita yang katanya saya telat h*** (haid) satu bulan itu bohong, tolong dengarkan baik-baik,” tegasnya dalam video yang kini tengah disorot warganet.
Sembari menahan emosi, ia menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan atas kegaduhan yang telah ia ciptakan, terutama kepada masyarakat Probolinggo dan warganet secara luas. Ia bahkan mengaku kini tengah menanggung konsekuensi moral atas tindakan cerobohnya tersebut.
“Saya minta maaf kepada semua warganet di media sosial, pihak yang merasa dirugikan. Sudah cukup saya dibalas sama Allah, saya sudah merasakan karma,” ucapnya pasrah dengan nada menyesal.
Menyadari dampak besar yang menyeret nama baik organisasi keagamaan besar di Kabupaten Probolinggo, wanita tersebut memohon dengan sangat agar publik memisahkan antara kesalahan pribadinya dengan institusi terkait. Ia menekankan bahwa polemik ini murni merupakan blunder personal.
“Dan dengan kerendahan hati, saya memohon dengan sangat untuk tidak membawa nama lembaga atas personal mistake (kesalahan pribadi) ini. Terima kasih,” pungkasnya di akhir video klarifikasi.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan video klarifikasi tersebut terus dibanjiri komentar dari warganet. Banyak yang menyayangkan aksi provokatif awal yang dinilai mencoreng nama baik tokoh agama, namun tidak sedikit pula yang mengapresiasi keberaniannya untuk jujur dan meminta maaf secara terbuka di ruang publik.
IPUL Jatim
