PROBOLINGGO // LensaPublikNews.com – Aksi kriminalitas jalanan kembali menghantui warga Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Seorang pemuda pejuang nafkah bernama Sofi (28), yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang tempe, menjadi korban pembegalan sadis saat hendak mengais rezeki di pagi buta pada Kamis (9/7/2026). Peristiwa nahas tersebut terjadi di area sekitar Makam Cina Wonoasih sekitar pukul 05.00 WIB.
Kronologi kejadian bermula ketika Sofi tengah berkendara menuju Pasar Wonoasih untuk menjajakan dagangannya. Sesampainya di area pemakaman yang terletak di sebelah selatan jembatan, korban tiba-tiba dipepet oleh komplotan orang tidak dikenal.
“Saya sudah biasa kalau pagi itu ke pasar bawa tempe. Lah kok tiba-tiba ketika di selatan jembatan area Makam Cina, saya dipepet sepeda motor dan dipukul kepalanya, untungnya pakai helm. Setelah itu kunci langsung dicabut. Ternyata di belakang ada sepeda motor lagi berboncengan pas bawa celurit,” ungkap Sofi dengan nada trauma.
Akibat todongan senjata tajam tersebut, korban tidak berkutik dan harus merelakan sepeda motor Honda Beat hitam tahun 2023 miliknya digondol oleh komplotan begal yang diduga kuat berjumlah empat orang.
Merespons tragedi yang menimpa pemuda tangguh tersebut, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wonoasih bergerak taktis. Perwakilan organisasi, Sahabat Saihul Imam bersama Wakil Ketua 1, langsung mendatangi kediaman korban di RT 03 RW 05, Kelurahan Sumber Taman. Kehadiran mereka bukan sekadar silaturahmi, melainkan wujud solidaritas nyata antar-sesama pemuda.
Selain memberikan dukungan moral untuk memulihkan psikologis korban, PAC GP Ansor Wonoasih juga resmi memberikan pendampingan hukum secara penuh. Langkah responsif ini diambil menyusul instruksi langsung dari Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Probolinggo, Sahabat Salamul Huda, melalui pesan singkat.
Tak berhenti di situ, guna meringankan beban ekonomi keluarga Sofi yang kehilangan modal transportasi utamanya untuk bekerja, GP Ansor Wonoasih langsung menginisiasi gerakan open donasi bagi masyarakat yang ingin mengulurkan bantuan.
Desak Pemda dan Aparat Amankan “Jalur Hitam” Makam Cina
Kasus yang menimpa Sofi menambah daftar panjang rentetan aksi pembegalan di lokasi yang sama. Menanggapi situasi yang kian darurat, PAC GP Ansor Wonoasih memberikan atensi khusus dan mendesak jajaran Pemerintah Kecamatan Wonoasih serta Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk segera mengambil tindakan preventif yang konkret.
GP Ansor menilai area sekitar Makam Cina sudah menjadi “jalur hitam” yang rawan kriminalitas akibat minimnya fasilitas pengamanan. Oleh karena itu, mereka menuntut tiga langkah mendesak:
– Penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) secara masif di titik-titik rawan.
– Pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sekitar area jembatan dan pemakaman.
– Peningkatan patroli keamanan berkala dari pihak kepolisian pada jam-jam rawan (dini hari hingga subuh).
Langkah pencegahan ini dinilai mendesak demi mengembalikan rasa aman masyarakat Wonoasih dan mencegah jatuhnya korban-korban berikutnya di masa depan.
IPUL Jatim
