Banyuwangi // lensapubliknews.com – Kabar gembira bagi warga Desa Wonosobo dan sekitarnya. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Wonosobo kini sedang bersiap menjadi pusat ekonomi baru. Sebagai satu-satunya wakil dari Kecamatan Srono yang masuk dalam 10 kandidat lokasi peresmian (launching) tingkat Kabupaten Banyuwangi, persiapan di lapangan pun dilakukan secara maksimal.
Pada Jumat pagi (24/4/2026), suasana di sekitar gerai KDKMP Wonosobo tampak ramai. Jajaran personel Koramil Srono, Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosobo, pengurus KDKMP Wonosobo, hingga pihak kontraktor berkumpul untuk melakukan aksi bersih-bersih dan pengecekan akhir bangunan.
Bukti keseriusan program ini sudah terlihat nyata dengan hadirnya satu unit truk operasional Mitsubishi Fuso Canter tipe FE 74 HD N berwarna putih dengan desain khas bertuliskan Koperasi Desa Merah Putih. Armada tangguh dengan spesifikasi bak besi berukuran 425x200x120 dari PT Agrinas Pangan Nusantara ini sudah terparkir di Kantor Desa Wonosobo sejak diterima pada Rabu kemarin.
Truk bernilai investasi sekitar Rp 520 juta per unit ini merupakan bagian dari 18 armada yang dibagikan secara serentak di Kodim 0825 Banyuwangi. Dandim 0825/Banyuwangi, Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, menegaskan bahwa distribusi truk dilakukan bagi KDKMP yang sudah jadi secara fisik. Senada dengan hal itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berharap armada ini menjadi aset produktif. “Harus berdampak dari pemberian ini, saya berharap truk ini jadi aset yang produktif jangan hanya sekadar konsumtif,” tegas Bupati Ipuk.
Meski truk sudah tersedia, gedung gerai saat ini memang masih tampak kosong. Danramil Srono menjelaskan bahwa hal ini merupakan bagian dari prosedur pengawasan ketat. Secara khusus, Babinsa Desa Wonosobo telah ditugaskan penuh untuk mengawal dan bertanggung jawab mengawasi gedung setiap saat.
Tugas Babinsa mencakup memastikan barang-barang penunjang seperti AC, meja dan kursi office, rak pajangan, hingga peralatan elektronik lainnya sampai di lokasi dan dipasang dengan benar dalam waktu dekat. “Karena semua perlengkapan mulai dari AC hingga meja kursi kantor adalah aset negara, kami pastikan semuanya terpasang sesuai standar sebelum nanti diserahkan sepenuhnya kepada pengurus KDKMP Wonosobo,” tegas Danramil Srono.
Tak hanya bersih-bersih, pihak kontraktor juga hadir untuk memeriksa kembali kondisi bangunan secara detail guna memastikan tidak ada bagian yang rusak, seperti kebocoran atap atau kendala kelistrikan. Ketua KDKMP Wonosobo, Nanang Muslimin, merasa optimis dengan dukungan lintas sektor ini. “Hari ini kita fokus bersihkan tempat agar steril. Begitu rak dan isi gerai datang dari pusat, tinggal pasang dan langsung siap jalan. Kami mohon doa warga agar KDKMP Wonosobo sukses jadi percontohan pertama di Kecamatan Srono,” ungkapnya.
Saat ini, sudah terdapat 27 KDKMP yang terbangun di seluruh Banyuwangi. KDKMP Wonosobo kini memegang mandat besar karena menjadi duta tunggal Srono di antara 10 besar kandidat titik launching se-Banyuwangi:
Kelurahan Karangrejo (Kecamatan Banyuwangi).
Desa Patoman (Kecamatan Blimbingsari).
Desa Kaligung (Kecamatan Blimbingsari).
Desa Bomo (Kecamatan Blimbingsari).
Desa Kedungrejo (Kecamatan Muncar).
Desa Wonosobo (Kecamatan Srono).
Desa Kedungwungu (Kecamatan Tegaldlimo).
Desa Sumberagung (Kecamatan Pesanggaran).
Desa Banyuanyar (Kecamatan Kalibaru).
Desa Tegalsari (Kecamatan Tegalsari).
Terpilihnya Desa Wonosobo bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil sinergi antara TNI, Pemerintah Desa, dan Pengurus Koperasi. Kolaborasi ini menjadi pondasi kokoh yang menempatkan KDKMP Wonosobo sebagai episentrum (titik utama) peresmian di wilayah Kecamatan Srono. Keberhasilan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Wonosobo siap menjadi barometer kesuksesan program ekonomi nasional di Kabupaten Banyuwangi.
Hadirnya gerai ini diproyeksikan menjadi “mesin penggerak” bagi produk lokal dan hasil tani masyarakat. Dengan jalur distribusi yang lebih luas dan terorganisir, koperasi ini akan memangkas jarak antara petani dan pasar. Inilah momentum di mana roda ekonomi desa akan berputar lebih kencang pada peresmian Senin, 18 Mei 2026 nanti, mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Sayfudin
